Rabu, 11 November 2015

Kisah Inspiratif Sean Swarner

Orang yg sembuh dari kanker yg pertama untuk menaklukkan 7 puncak tertinggi dari 7 benua di dunia. Raksasa setinggi 29.035 kaki; Gunung Everest dikenal sebagai siksaan penantang dengan kondisi yang mengancam jiwa seperti angin 100 mph, kekurangan oksigen dramatis , badai salju, dan longsoran mematikan. Para pendaki Everest dihadapkan dengan bahaya yang luar biasa, tetapi untuk
Sean Swarner, rintangan sebelum ia mencapai puncaknya membuat kisahnya semakin menarik.

Sean tidak hanya selamat dari kanker, ia benar-benar suatu keajaiban medis. Dia adalah satu-satunya orang di dunia yang pernah didiagnosis dengan kedua penyakit Hodgkin dan sarkoma Askin's. Dia didiagnosis pada stadium keempat dan terakhir dari penyakit Hodgkin pada usia tiga belas, ketika dokter mengira dia akan hidup selama tidak lebih dari tiga bulan. Dia mengatasi penyakit hanya untuk ditimpa kanker kedua kalinya ketika sebuah tumor mematikan seukuran bola golf menyerang paru-paru kanannya. Setelah pengangkatan tumor Askin itu, Sean diperkirakan akan hidup kurang dari dua minggu. Namun 1 dekade kemudian, dan dengan mempunyai hanya sebagian paru-parunya, Sean menjadi terkenal sebagai korban kanker pertama yang berhasil mendaki Gunung Everest.

Setelah puncak Everest, Sean memiliki keinginan dan mimpi untuk terus bergerak maju dan mencapai orang di seluruh dunia. Mendaki gunung tertinggi di setiap benua menjadi tujuan berikutnya. Membuktikan kepada orang lain bahwa segala sesuatu adalah mungkin, Sean berhasil menaklukkan Gunung McKinley, untuk selanjutnya menjadi korban kanker pertama yang sukses menyelesaikan tujuh puncak di 7 benua di dunia. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang cerita Swarner's pada bukunya yang berjudul "Keep Climbing: How I Beat Cancer and Reached the Top of the World" .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar